![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Sejarah Anjing Shih Tzu
Anjing Shih Tzu sering disebut sebagai anjing singa atau Lion Dogs. Dalam bahasa Cina Shih Tzus berarti “Singa”. Pada beratus-ratus tahun yang lalu, teradapat banyak anjing-anjing Asiatic yang di ternakan berparas serupa dengan singa kecil. “Anjing Singa” berukuran kecil dan berjenggot, memiliki kepala yang bulat, wajah yang datar, hidung yang pendek, mata yang bulat dan besar, bentuk tubuh yang persegi, dan kaki yang pendek.
Singa memiliki makna yang sangat penting dalam agama Budha. Mereka
diangap sebagai binatang buas yang suci. Legenda juga mengatakan bahwa
seekor singa menggikuti kemana pun sang Budha pergi. Dalam makna yang
sama, dikatakan bahwa “Anjing Singa” mengikuti jejak kaki sang Budha dan
konon dipercayai “Anjing Singa” menlindungi jiwa dan roh para biksu
Budha. Bulu Shih Tzu yang berwarana putih kontras dianggap sebagai ”Bintang Budha” dan corak berwarna gelap pada badan Shih Tzu secara
melintang konon menyerupai pelana yang digunakan oleh Budha ketika
menunggangi seekor singa.
Nenek moyang Shih Tzu berkembang biak di
Amerika Utara, namun anjing berkepala pendek dan lebar seperti Shih
Tzu, Pug, dan Pekingnese, yang berasal dari Asia. Anjing telah menjadi
bagian penting dalam kehidupan di Asia semenjak ribuan tahun yang lalu.
Orang-orang China pada jaman itu menjual sutra untuk di tukar dengan
anjing. Ditambah, Dalai Lama menobatkan gelar sebagai “Anjing Suci” dan
“Si Anjing Singa” pada nenek moyang Shih Tzu sebagai martabat, pada
saat Kerajaan China sebagai diplomat dan atribute pada masa Dinasty
Ch’ing.
Walaupun Singa bukan merupakan binatang asli dari China,
tetapi Singa dianggap sebagai binatang suci bagi Budha dan merupakan
binatang buas yang penting. Kerajaan China mulai mengimpor singa lebih
dari 2,000 tahun yang lalu dan “Anjing Singa” menjadi sangat terkenal
sepanjang masa pimpinan Dinasti Manchu. Dikarenakan mereka sangat
pendek, “Anjing Singa” sering disebut sebagai “anjing di bawah kolong
meja", yang di ternak di China selama 3,000 tahun lamanya, mereka
terdapat dalam literatur sampai akhir abad ke 10.
Di China,
menternakan dan memelihara “Anjing Singa” merupakan tanggung jawab para
kasim pada jaman kerajaan. Mereka saling berlomba untuk menghasilkan dan
memelihara anjing yang paling menarik. Spesimen terbaik dilukis pada
buku anjing kerajaan atau dilukis diatas permadani. Memiliki seekor
binatang yang dilukiskan merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi
mereka. Kasim yang dapat menghasilkan anjing yang terbaik akan diberi
hadiah dari Kaisar.
“Anjing Singa” dipercayai membawa berkah dan
kemujuran. Sang anjing sering pula mengambil bagian dalam prosesi besar
kerajaan dan mengikuti jejak langkah sang Kaisar dan Permaisuri, “Anjing
Singa” diketahui juga menjaga kuil-kuil agama Budha, yang akan
mengonggong setiap kali ada penggangu yang datang. Dengan menjual
anjing kerajaan ini, merupakan hal yang melanggar hukum, dan akan di
hukum mati pada saat itu.
sumber: http://anjing.org


Tidak ada komentar:
Posting Komentar